Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan (Disnaktan)
Tarakan memastikan, hasil uji laboratorium terhadap warung bakso yang
terindikasi pencampuran babi pada bakso yang diproduksi, oleh UPTD Laboratorium
Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner, Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan
Timur, di dapatkan hasil negatif, usai dilakukan tes oleh pihak Laboratorium.
Kepala Disnaktan Tarakan, Elang Buana mengatakan,
berdasarkan hasil uji laboratorium tidak ditemukan unsur babi, ini mengacu
kepada surat UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner, Dinas
Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, tertanggal 5 November 2015, yang diterima
Disnaktan
“Hasil uji laboratorium Negatif, tidak ada unsur
babi dan ini ditandatangi oleh dokter yang melakukan uji laboratorium,” jelas
Elang, Selasa (10/11/2015).
Elang menjelaskan, sebelumnya ada isu yang
beredar ada warung bakso menggunakan babi dalam campuran baksonya, namun tim
segera turun untuk mengambil sampel, setelah sampel tersebut didapatkan
selanjutnya di uji Laboratorium yang ada di Samarinda.
“Memang ada isu seperti itu, ada yang indikasi
mengarah nama warung bakso tertentu, dan kami uji coba lagi, ternya hasilnya
negatif,” bebernya.
Ditegaskan Elang, masyarakat Tarakan tidak perlu
khawatir sebab dengan hasil Sampel negatif tidak mengandung unsur babi dari
laboratorium UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner, Dinas
Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, yang diterima oleh Disnaktan Tarakan.
Tidak ada persoalan mengkonsumsi bakso.
“Tidak ada yang dikhawatirkan, hasil uji
laboratorium sudah cukup jelas Negatif, ini isu bisa mengarah kepada persaingan
bisnis,” pungkas Elang.
Adapun Warung Bakso dari hasil uji Laboratorium
UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner, Dinas Peternakan
Provinsi Kalimantan Timur, yang diyatakan Negatif mengadung unsur Babi, yakni
Warung Bakso N di Jendral Sudirman, Warung Bakso A di daerah Jembatan Besi,
serta warung bakso S di jalan Panglima Batur.( sumber: infoberita.net)

0 comments:
Posting Komentar