Tarakan (DDCEPOT News) - Pukul 12.00 PM (18/10/15) Kabut asap kian tebal di Kalimantan Utara
sehingga sudah mengganggu aktivitas diluar rumah bagi anak dan orang dewasa sehingga dapat mengakibatkan Insfa radang tenggoran/pernapasan bagi yang menghirupnya dan mungkin kematiaan seperti yang terjadi di Riau Sumatera. Wilayah Bandara Tarakan, Tanjung Selor, KTT, Nunukan dan sekitar dan terutama Berau Kalimantan Timur yang bertetangga dekat dengan
Kaltara mengharapkan pemerintah pusat mengetahui segera dan memberikan bantuan dalam mengatasi secepatnya asap tebal yang terjadi pada wilayah tersebut.
Sejak dterbitkan berita ini di Tarakan, Kamis sempai hari ini, sejumlah penumpang pesawat
tujuan Berau dari berbagai daerah memadati Bandara Juwata Tarakan akibat
ditutupnya Bandara Kalimarau Berau akibat diselimuti kabut asap yang
membahayakan penerbangan sehingga penerbangan dialihkan ke wilayah
terdekat, yakni Kaltara.
Para penumpang tujuan Berau yang diturunkan di Bandara Tarakan itu
akhirnya menggunakan perahu cepat (speedboat) Tarakan-Tanjung Selor dan
selanjutnya dari Ibu Kota Kalimantan Utara itu menggunakan transportasi
darat (carter mobil sewaan) ke Berau yang jaraknya sekitar tiga jam
perjalanan.
Bandara Kalimarau benar-benar tertutup kabut asap karena posisi
berada cukup jauh dari laut. Sedangkan Bandara Tarakan meskipun juga
sempat tertutup kabut asap namun karena letaknya di tepi pantai maka
kondisi tersebut tertolong dengan angin kencang yang mampu menghembus
kabut asap.
Sedangkan dampak kabut asap juga mulai terasa bagi jalur Transportasi Laut dan Darat meskipun sudah semangkin parah ketimbang pada pada hari kamis kemarin terutama pada jalur
udara.
"Kadang-kadang memang kabut asap begitu pekat terutama pagi dan sore
hari tapi saat siang, ketika angin berembus kencang, cuaca cukup baik
untuk pelayaran," kata Ardian, salah satu motoris kapal bermotor milik
Pemprov Kaltim.
Misalnya, seperti kemarin, kata dia, saat sore hari Pulau Tarakan
sempat tidak terlihat akibat kabut asap saat berlayar dari muara Sungai
Kayan menuju Pulau Tarakan.
Kondisi sampai diterbitkannya berita ini tgl 18/10/15 asap tebal masih menyelimuti daratan dan laut seputar kota Tarakan dan sekitarnya
Pihak Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Utara memperkirakan kondisi
cuaca itu akibat kabut asap kiriman dari pembakaran lahan dan hutan di
daerah lain, misalnya, kemarin titik api (hot spot) terbanyak di wilayah
Berau, Kalimantan Timur.

0 comments:
Posting Komentar