Di berbagai belahan dunia, kebijakan pemerintah telah memicu gelombang protes besar dari masyarakat yang merasa dirugikan. Dari Eropa hingga Asia, warga turun ke jalan untuk menuntut perubahan kebijakan yang mereka anggap tidak adil atau merugikan kepentingan rakyat.
Di Prancis, kebijakan baru tentang reformasi pensiun kembali menyulut demonstrasi besar-besaran di Paris dan beberapa kota lainnya. Rakyat menolak kebijakan yang menaikkan usia pensiun dari 62 menjadi 64 tahun, yang dianggap membebani pekerja.
Di Amerika Serikat, pemerintah menghadapi tekanan dari masyarakat terkait kebijakan imigrasi yang semakin ketat. Ribuan demonstran berkumpul di Washington, D.C., menuntut hak yang lebih manusiawi bagi imigran ilegal dan pencari suaka.
Sementara itu, di Jepang, masyarakat mulai memprotes kenaikan pajak konsumsi yang dinilai semakin membebani ekonomi rumah tangga. Warga, terutama generasi muda, merasa bahwa kebijakan ini hanya menguntungkan kalangan atas.
Tak ketinggalan, Indonesia juga menjadi sorotan dengan meningkatnya kritik terhadap kebijakan impor beras di tengah surplus produksi lokal. Petani turun ke jalan menuntut kebijakan yang lebih berpihak pada mereka.
Gelombang protes ini menunjukkan bahwa masyarakat dunia semakin sadar akan kebijakan pemerintah dan tidak ragu untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka melalui aksi massa. Para pakar analisa politik memperkirakan bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun yang penuh dengan perdebatan kebijakan global yang semakin intens.

0 comments:
Posting Komentar