Mungkin Anda menggenal dengan baik Ustadz Muhammad Nur Maulana atau yang akrab disapa Ustadz Maulana
yang kerap mengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta menuai
kecaman akibat pernyataannya soal kepemimpinan dalam Islam.
Kecaman tersebut datang dari berbagai Ormas Islam, diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam.
Dikutip dari fanspage Facebook FPI, mengecam ustadz Maulana dalam
ceramahnya, pada Senin (9/1/20151) yang melontarkan sebuah pernyataan
yang tidak sepantasnya terucap dari mulut seorang dai.
“Ah agamanya beda? kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara
agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama. Jadi kau tidak
mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? jadi berbicara seperti ini
jangan ada black campaign,” terang ustadz Maulana saat mengisi acara.
Menyikapi hal tersebut, laman Fanpage FPI menyampaikan nasihat terbuka tentang haramnya memilih pemimpin kafir.
“Kita ingatkan secara terbuka kepada Ustad artis itu, bahwa memilih
pemimpin Non Islam adalah diharamkan oleh Allah SWT:Janganlah
orang-orang mu’min mengambil orang-orang kuffar menjadi wali/pemimpin
dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian,
niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat)
memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah
memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah
kembali (mu).” (QS Ali Imran : 28).
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.” (QS Al Maidah : 51).
“Adapun orang-orang yang kuffar, sebagian mereka menjadi pelindung
bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak
melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan
terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor meminta
Maulana, ustadz gadungan yang berceramah dalam program Islam itu Indah
di sebuah televisi swasta untuk bertaubat kepada Allah Subahanahu wa
Ta’ala, atas pernyataannya tentang kepemimpinan dalam Islam.
“Tolong sampaikan kepada ustadz gadungan tersebut (Maulana-red) agar
segera taubat dan membuat pernyataan di TV yang sama untuk mencabut
ceramah ngawurnya tersebut dan meminta maaf kepada ummat Islam, sebelum
Allah melaknat dia di akhir hayatnya atau Allah balikkan kepalanya jadi
kaki, dan kakinya jadi kepala” kata ustadz Willyuddin A.R.Dhani Ketua
Komisi Penelitian Dan Pengkajian Aliran Sesat MUI Kota Bogor. (sumber: tribunnews.com)

0 comments:
Posting Komentar