TAIWAN -- Bertempat di Aula Masjid Taichung, Taiwan, sebuah festival
makanan halal digelar, Ahad (17/5). Festival ini tentu saja disambut
hangat umat Islam, tak terkecuali para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang
banyak mengadu nasib di sana.
Apalagi, festival ini juga
menyajikan aneka ragam kuliner khas Nusantara. "Setiap tahun kami selalu
ambil bagian dalam kegiatan ini," kata Jamilah, penanggung jawab
penyajian kuliner Nusantara dalam kegiatan tersebut.
Ia
menjelaskan, tahun ini terdapat 12 jenis makanan khas Nusantara yang
disajikan dalam festival tersebut, di antaranya rendang, soto, rawon,
urap, brengkesan, dan aneka jenis jajanan pasar.
Masakan khas Indonesia yang beraneka ragam itu mampu menyita
perhatian pengunjung dalam kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Muslim
Cina (CMA) Taiwan tersebut.
"Masakan Indonesia memang khas. Kami
sangat menyukainya," ujar salah seorang pimpinan CMA Taichung yang baru
pulang dari Bogor, Jawa Barat. Ia datang ke Indonesia atas undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas sertifikasi halal.
Untuk
menyajikan aneka makanan khas Indonesia dalam festival itu, lanjut
Jamilah, para TKI di Taichung bahu-membahu memasak. "Ada yang dimasak di
masjid atau di rumah majikan masing-masing," tuturnya.
Selama
ini, Masjid Taichung menjadi ajang berkumpul para TKI setiap akhir
pekan, baik untuk kegiatan ibadah maupun silaturahim. Bahkan, dapur umum
di lantai satu masjid di kota terbesar ketiga di Taiwan itu banyak
ditemukan rempah-rempah khas Indonesia.
Setiap Ahad pagi, para
TKI makan-makan bersama di halaman masjid yang berlokasi di Datun South
Road, Taichung City. Makanan yang disantap bersama itu dimasak pada
tengah malam sebelum iktikaf bersama.
Festival Makanan Halal di Taichung sudah terselenggara sebanyak 15 kali. Para TKI yang tergabung dalam Ikatan Muslim Indonesia-Taiwan (IMIT) Taichung setiap tahun aktif berpartisipasi.
"Sudah
15 tahun kegiatan ini digelar. Tapi, saya sudah ikut ketujuh kalinya,"
kata Jamilah yang selama ini juga menyediakan makanan untuk resepsi
pernikahan warga Indonesia di Masjid Taichung.
Selain dari
Indonesia, festival makanan halal ini diikuti perserta dari Taiwan,
India, Pakistan, Thailand, Malaysia, dan beberapa negara di kawasan Asia
Tenggara. Para peserta tidak hanya menyajikan makanan, tapi juga
mempresentasikannya di depan publik, termasuk
(sumber: Republik

0 comments:
Posting Komentar