Polres Tarakan menetapkan Kaisar sebagai tersangka pembunuh Fitri.
Kapolres Tarakan AKBP Sarif Rahman mengatakan, tersangka ditangkap polisi di rumahnya yang berada di samping Gereja Pantekosta di Jalan Mulawarman.
TARAKAN – Fitri Sarah
Hasugian (16), pelajar kelas 2 SMA Hang Tuah Tarakan ditemukan tewas
mengenaskan, Minggu (23/8) di Jalan Aki Babu, Tarakan. Sebelumnya Fitri
dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak 9 Agustus lalu.
Mayat Fitri ditemukan oleh dua orang
pencari telur semut (kroto). “Saya bersama anak-anak ke PDAM yang ada
di RT 20 untuk mandi. Lalu ketemu orang pencari kroto yang
memberitahukan kalau ada mayat di semak belukar,” kata Nur, seorang
warga sekitar kepada Radar Tarakan (Kaltim Post Grup).
Awalnya Nur belum yakin kalau ada mayat.
“Saya kaget, sempat tak percaya, ternyata betul ada mayat,”kata pria
yang tinggal di Jalan Aki Babu RT 1 Kelurahan Karang Anyar Pantai
tersebut. Ia mengaku melihat paha korban saja. “Tidak seluruhnya yang
saya lihat. Soalnya perut saya langsung mual-mual,” ungkapnya.
Warga lainnya, Awi membenarkan hal yang
sama. Ia mendapat informasi adanya mayat dari Nur. “Saya tadi
diinformasikan ada mayat, langsung saya hubungi abang yang ada di
Tanjung. Lalu abang saya yang hubungi pihak kepolisian,” katanya.
Polisi kemudian mendatangi tempat
perkara dan mengamankan lokasi. Saat ditemukan, korban Fitri ternyata
dalam kondisi mengenaskan.Wajahnya tertutup karpet merah dan ditangannya
tampak terborgol, meski hanya sebelah.
Selang beberapa menit kemudian, mayat
korban langsung diindentifikasi dan dimasukkan ke kantong mayat untuk
dilarikan ke RSUD Tarakan.
“Dari hasil identifikasi yang dilakukan
oleh dokter rumah sakit, ada tanda-tanda kekerasan. Tapi untuk mengarah
siapa pelakunya harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata
Kapolres Tarakan AKBP Sarif Rahman melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris
Polisi (AKP) Muhammad Irfan.
Polisi juga memastikan bahwa jenazah
yang ditemukan tersebut adalah anak yang hilang selama dua minggu lalu.
Kepastian tersebut diperkuat dengan informasi dari pihak keluarga korban
yang langsung datang ke rumah sakit. “Keluarga sudah memastikan, dari
ciri-ciri yang telah disampaikan, itu adalah anak yang dilaporkan hilang
dalam beberapa minggu lalu,” bebernya.
“Kalau dari fisik memang sudah sulit
dikenali, tetapi tanda-tanda barang bawaannya bisa dikenali oleh pihak
keluarga, seperti baju, cincin dan jam tangan yang ada di tubuh korban,”
jelas perwira balok tiga ini.
Namun demikian, polisi belum bisa
memastikan motif pembunuhan. “Untuk sementara motifnya masih kami dalami
dan belum bisa menyampaikan motifnya apa, yang jelas masih dalam proses
penyelidikan,” ungkapnya.(sumber: Kaltimpost)

0 comments:
Posting Komentar