Informasi yang dikumpulkan sebagian besar Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) akan menuju Kalimantan, Informasi yang didapat penyidik Polda Daerah Istimewa Jogjakarta, yang juga menyebutkan bahwa dokter Rica baru saja menuju sebuah daerah bernama Mempawah di Kalimantan Barat sebelum ditemukan polisi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Kabupaten Mempawah menjadi salah satu daerah tujuan rombongan warga pendatang yang belakangan diketahui terlibat dalam kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). kemarin melacak keberadaan tujuan eksodus kelompok mantan anggota Gafatar di Kalimantan.
Akhirnya ditemukan lokasi perkampungan baru di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai tujuan rombongan warga pendatang yang belakangan diketahui terlibat dalam jaringan Gafatar itu. Sekitar pukul 15.00 tiba di kampung mirip base camp pekerja perkebunan tersebut.
Lokasinya bisa ditempuh dengan sepeda motor kurang lebih 20 menit berkendara. Tidak sulit menemukan lokasi tinggal para anggota Gafatar itu lantaran berada di pinggir jalan beraspal. Apalagi, base camp itu berada di tengah lahan kosong yang luas.Dari pengamatan di lapangan, tak kurang dari 43 hektare lahan tanah gambut menjadi area garapan kelompok Gafatar tersebut. Di atas lahan yang kabarnya telah menjadi hak milik kelompok itu, tampak berdiri sepuluh bangunan yang menyerupai long house perusahaan kelapa sawit atau pabrik untuk tempat tinggal para karyawan.
pun semakin penasaran ingin melihat secara dekat aktivitas warga yang jumlahnya diperkirakan sebanyak 110 kepala keluarga (KK) dengan lebih dari 300 jiwa itu. Namun, ketika melintas di bagian depan pintu masuk menuju ke dalam perkampungan, tampak sebuah pos penjagaan dilengkapi portal yang terbuat dari kayu. Pengamanan memang begitu ketat terhadap keluar masuknya orang di lokasi base camp tersebut.
Meski demikian, aktivitas para warga yang berada di lingkungan base camp masih cukup terlihat jelas dari pinggir jalan raya. Beberapa anak tampak penuh keceriaan bermain di atas lahan gambut. Ada pula anak yang sedang mandi di dalam parit di pinggir jalan sembari ditemani ibunya yang tampak sedang mencuci piring dan pakaian. Sementara itu, di sisi lain juga terlihat beberapa warga yang sedang melakukan aktivitas cocok tanam. Menggunakan peralatan cangkul dan arit, mereka tampak tekun menanam berbagai jenis sayuran. Bukan hanya itu, di bagian belakang juga terlihat para pekerja menambah bangunan fasilitas ibadah dan tempat tinggal untuk warganya beristirahat.
Benarkah mereka anggota Gafatar? ”Kami memang pernah mengikuti organisasi itu (Gafatar).
Namun sekarang sudah keluar dari organisasi itu. Kedatangan kami murni untuk memulai kehidupan yang baru, membantu pemerintah memajukan perekonomian,” tegas Deni, koordinator kelompok tersebut.Lebih jauh Deni menyebut alasan mendasar hijrahnya ratusan KK warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Manunggal Sejati itu. Yakni minimnya prospek kerja di tanah Jawa. Deni mengungkapkan bahwa kelompoknya sudah sekitar tiga bulan berada di lokasi tersebut. Meskipun pernah bergabung dengan Gafatar, dia meyakinkan bahwa seluruh anggota kelompoknya sudah tidak menganut ajaran itu.
Saat ini, lanjut Deni, pihaknya sudah mengembangkan sektor pertanian. Meskipun tak selalu mendapat panen melimpah, mereka tidak menyerah dan tetap terus bercocok tanam. Sebab, dari hasil pertanian itulah mereka menghidupi seluruh anggota. ”Makan ya diambil dari hasil pertanian itu. Yang masak juga istri-istri dari kawan-kawan yang sudah diatur waktunya,” ungkap dia.

0 comments:
Posting Komentar