Aksi Jual Dominan Pasar Uang Domestik Melambat- Pada perdagangan Rabu (11/3) nilai tukar Rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Rupiah melemah kembali ke
level Rp 13.100-an. Berdasarkan Bloomberg Dollar Index
kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 98 poin atau 0,75 persen menjadi Rp 13.192 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 13.094 per USD.
kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 98 poin atau 0,75 persen menjadi Rp 13.192 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 13.094 per USD.
Sementara pergerakan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) tertekan 43 poin akibat maraknya tekanan jual sejak pagi.
Investor asing jual bersih dengan nilai Rp 1 triliun. Indeks menjauhi
zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah yang
bisa dihinggapi IHSG ada di level 5.412,601. Mengakhiri perdagangan Sesi
I, IHSG jatuh 47,826 poin (0,88%) ke level 5.415,102.
Kurs Rupiah berada di kisaran Rp
13.145-Rp13.245 per USD. Sedangkan kisaran dalam 52 mingguannya di Rp 11.254-Rp
13.245 per USD. Sementara Bank Indonesia mencatat kurs tengah Rupiah di
posisi Rp 13.164 per USD. Angka tersebut melemah dari periode sebelumnya di Rp
13.059 per USD. Bank Indonesia (BI) menyatakan volatilitas nilai tukar
Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih cukup aman. Meskipun, saat ini
Rupiah terus melemah di level Rp 13.200 per USD. Pelemahan atau
depresiasi ini cukup baik dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.
Dari bursa saham, Mayoritas indeks sektoral jatuh
ke zona merah. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual, seperti di sektor
komoditas dan dan konstruksi. Pada akhir perdagangan, IHSG
terkoreksi 43,362 poin (0,79%) ke level 5.419,566. Sementara Indeks LQ45
terpangkas 7,884 poin (0,83%) ke level 941,512.
Tercatat dana asing kembali mengalir ke luar
lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan
penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1 triliun di seluruh
pasar. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi
transaksi sebanyak 263.645 kali dengan volume 6,77 miliar lembar saham senilai
Rp 7,3 triliun. Sebanyak 68 saham naik, 222 turun, dan 83 saham stagnan.

0 comments:
Posting Komentar