Semakin banyaknya minat wisatawan muslim yang berkunjung ke Taiwan
seakan menjadi peluang yang menggiurkan bagi biro pariwisata di negara
tersebut. Lima puluh restoran halal pun akan dipersiapkan Taiwan untuk
menarik wisatawan muslim.
Biro Pariwisata Taiwan (24/2) mengatakan maksud mereka untuk membuka
50 restoran yang memiliki sertfifikasi halal. Sehingga dapat menjadi
daya tarik bagi wisatawan muslim di negara tersebut.
Eric Lin, direktur divisi biro perjalanan internasional, mengatakan
bahwa banyaknya wisatawan Muslim berkunjung ke Taiwan terutama berasal
dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei dan barat laut Cina. Dan
tahun ini ia berharap kedatangan wisatawan dari masing-masing negara
tersebut dapat tumbuh sebesar 10%.
Frekuensi siaran dari iklan televisi bepergian ke Taiwan di Malaysia
juga telah meningkat. Ia menambahkan untuk itu biro juga bekerja sama
dengan agen perjalanan untuk mengatur perjalanan para wisatawan
tersebut.
“Negara Taiwan berhasil menarik sekitar 6 juta wisatawan tahun lalu,”
kata Lin. “Populasi negara-negara Muslim di dunia adalah sekitar 1,7
miliar dan itu sangat menjanjikan potensi yang sangat besar bagi
pengunjung internasional.”
Restoran muslim-friendly dengan sertifikasi halal ini nantinya akan
ditangani oleh Asosiasi Muslim China. Asosiasi Sekretaris Jenderal,
Salahuddin Ma Chao-Yen mengatakan tujuan utama dari sertifikasi ini
adalah untuk memberi informasi kepada umat Islam di seluruh dunia, bahwa
Taiwan juga memiliki populasi muslim.
Berdasarkan pedoman sertifikasi halal, restoran harus memastikan
bahwa makanan yang ditawarkan kepada kaum muslim disiapkan sesuai dengan
hukum Islam. Untuk itu beberapa produk juga harus menjalani prosedur
tertentu, mulai dari membeli dari pemasok bersertifikat makanan halal
dan bumbu yang berlebel halal. Selain itu, para staff juga harus
menerima pelatihan tentang apa yang diijinkan dan apa yang tidak
diperbolehkan dalam kebiasaan kaum muslim.
Sebelas restoran nasional telah disertifikasi sebagai restoran halal –
yang hanya menjual makanan halal – sementara ada tujuh restoran yang
melayani penjualan makanan halal dan non halal. Restoran di beberapa
taman hiburan, seperti Tema Leofoo Village Park di Hsinchu County,
termasuk diantara mereka yang telah disertifikasi halal.
Jozo Chen, spesialis pemasaran di Shangrila Leisure Farm di Yilan
County, mengatakan bahwa peternakan tersebut telah mendatangkan sekitar
1000 wisatawan muslim tahun lalu.
“Selain makanan, wisatawan muslim juga memerlukan ruang makan
terpisah untuk makan,” kata Chen. “Kita juga harus memiliki tanda kiblat
untuk mereka sembahyang setiap hari dan fasilitas berwudhu yang tepat
di kamar hotel.”
Chen mengatakan biaya pelayanan untuk kaum muslim sedikit lebih
tinggi dibandingkan dengan wisatawan non-muslim, tetapi sertifikasi
halal akan membantu hotel menarik lebih banyak wisatawan dari
negara-negara muslim untuk berkunjung ke Taiwan.
(Sumber:Makanan.Net)

0 comments:
Posting Komentar