Tahun Depan Tunjangan PNS akan Di Hapus dan Digabung Ke Gaji Pokok PNS-Inilah informasi terbaru untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) tentang
penerapan gaji tunggal atau single salary. Bagi guru PNS, akankah
kebijakan ini berdampak pada penghapusan tunjangan sertifikasi? Kita
lihat aja nanti.
Selain gaji pokok, Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga tiap bulan
mendapat penghasilan lain dari negara, seperti berbagai tunjangan. Wakil
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB),
Eko Prasodjo mengaku sedang menindaklanjuti rekomendasi Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat dalam kementerian, lembaga
dan PNS untuk menerapkan gaji tunggal atau ‘single salary’.
“Ini sedang menuju ke penerapan single salary. Kalau belum bisa ke
situ ya akan coba diterapkan dulu simple salary,” kata Eko dalam diskusi
reformasi birokrasi di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (9/9).
Dengan single salary, seluruh tunjangan akan dimasukan ke dalam gaji
pokok. Single salary akan mempermudah KPK, PPATK dan BPK untuk melakukan
audit keuangan dan memperkecil ruang gerak terjadinya praktik korupsi.
Eko mengakui implementasi single salary tidak seperti membalikkan
telapak tangan. Sebab, butuh tahapan waktu dan prosesnya tidak cepat.
Karena itu, pihaknya lebih dulu bakal melakukan pembatasan yang
sederhana. Tunjangan keluarga, tunjangan komunikasi dan lainnya bisa
disatukan ke dalam gaji pokok dan terkait honor-honor, Kemen PANRB
tengah melakukan rasionalisasi.
“Tunjangan keluarga, tunjangan komunikasi dan lainnya itu bisa masuk
ke gaji pokok. Kajian kami, setidaknya kami akan melakukan rasionalisasi
dan perbulannya pejabat negara hanya akan dapat gaji pokok, tunjangan
jabatan dan tunjangan kemahalan,” jelas Eko.
Menurut Eko, tunjangan kemahalan adalah tunjangan yang diberikan atas
dasar subjektivitas tempat dan tingkat kemahalan di mana pejabat negara
tersebut bertugas.
Eko berharap semua pihak bisa mendukung atas rencana penerapan simple
salary yang nantinya berujung pada single salary. Menurutnya, agar hal
itu dapat terealisasi dibutuhkan juga dukungan politik.
“Ini bukan hanya masalah administrasi, reformasi birokrasi ini masalah dukungan politik,” tandasnya.
(sember: serambimata.wordpress.com)

0 comments:
Posting Komentar