Rupiah terhadap dolar AS sampai saat ini bergerak menurun dengan masih berkutat
di level 14.000 per dolar AS. Anggota DPR RI dari Komisi XI, Johnny G
Plate mewanti-wanti kepada pemerintah untuk tidak menginterfensi Bank
Indonesia (BI) terkait adanya pelemahan nilai tukar tersebut.
"Pemerintah
tahu otoritas moneter kita ada di BI, dan BI sesuai UU harus
independen, pemerintah tidak boleh intervensi BI, yang bisa lakukan
adalah koordinasi terpadu di Institusi moneter kita yaitu BI dengan
Kementerian Keuangan dan OJK," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com yang ditulis Rabu (26/8/2015).
Dijelaskannya
juga, terkait intervensi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak bisa
melakukan audit begitu saja seperti apa yang diusulkan beberapa anggota
DPR RI lainnya.
Johnny berpesan kepada seluruh istansi untuk
saat ini lebih baik bersatu, bekerjasama, dan lebih memberikan
kepercayaan penuh kepada otoritas moneter independen Indonesia, seperti
Bank Indonesia dalam menjalankan fungsinya.
"Kami
menggarisbawahi sinergi nasional komitmen bangsa kita itu penting,
pemerintah, eksekutif, legislatif, harus bersatu, untuk itu maka segenap
kebijakan kita harus bersatu padu demi menjaga ketahanan ekonomi kita
agar pelemahan rupiah tidak terus berlanjut," seru Johnny.
Seperti
diketahui sebelumnya, kekompakan dalam menghadapi kondisi ekonomi saat
ini bukan hanya diungkapkan oleh Johnny, beberapa anggota DPR lainnya
dalam sidang paripurna juga mengungkapkan hal yang sama.
Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengungkapkan kondisi rupiah yang
telah melampaui titik terendah selama lima tahun terahir ini jangan
justru dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik.
"Kita
harus berikan kebebasan kepada Pemerintah dan Bank Indonesia untuk
melakukan aksinya dalam mengendalikan ini semua, kita harus percaya
kepada mereka, kita harus kerjasama, jangan malah dimanfaatkan untuk
kepetingan politik," kata Misbakhun.
Hal yang sama juga
diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Ri, Ruhut Sitompul. Dia menilai
DPR harus menjadi mitra pemerintah untuk terus memberikan dukungan dalam
mengatasi setiap permasalahan yang ada, termasuk saat ini masalah
ekonomi.
Bukan saatnya DPR dan pemerintah untuk saling
menyalahkan mengenai kodisi ekonomi Indonesia saat ini. Dia menekankan
ini bukan menjadi pekerjaan Pemerintah saja, melainkan ini juga menjadi
pekerjaan DPR RI dan semua elemen pemerintahan lainnya.
"Alahkah
indahnya pembicaraan di paripurna ini, saya dari fraksi Demokrat
menyampaikan jangan ada dusta di antara kita, mari kita dengan semangat
kebersamaan antara pemerintah dan DPR berpegangan tangan, apa yang
dialami masyarakat Indonesia, masalah ekonomi masalah yang berat,
makanya kita saling isi mengisi," papar dia. (Yas/Gdn)
(sumber: liputan6.com)

0 comments:
Posting Komentar